Pada hari sabtu 29 Februari 2020, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tulungagung bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Tulungagung menggelar bakti sosial donor darah bersama masyarakat bertempat di Pondok Pesantren Luhur Sulaiman (PPLS) Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
DPD LDII Tulungagung Gelar Donor Darah
Gelar donor darah diikuti oleh beberapa pengurus DPD LDII Tulungagung dan warga masyarakat sekitar Pondok Pesantren Luhur Sulaiman (PPLS). Acara donor darah berlangsung dari pukul 08.00 pagi sampai selesai. Bagi para calon pendonor juga harus memenuhi syarat medis sebagai pendonor darah, meliputi : tensi darah, berat badan, tidak dalam keadaan haid, tidak berpenyakit, dan tidak sedang mengkonsumsi obat minimal sejak 1 hari sebelumnya.
Kegiatan donor darah merupakan kegiatan wujud solidaritas kepada orang lain yang membutuhkan pertolongan donor darah. Juga manfaat bagi pendonor memperlancar sirkulasi aliran darah dalam tubuh pendonor, manfaat lain untuk membangun jaringan tubuh baru, oksigenisasi jaringan dan membuat tubuh pendonor lebih ringan dan segar.
Belakangan ini banyak isue negatif yang ditujukan kepada LDII oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sebagaimana AD/ART, LDII sebagai organisasi yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945, tentu bersikap profesional -religius.
Bersikap profesional iyalah sebagai pengurus organisasi harus menegakkan keadilan ,kebenaran berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga terhadap oknum oknum anggotanya yang melanggar peraturan organisasi. Anggota yang perbuatannya merugikan dan mencemarkan nama baik organisasi wajar lah diberi sanksi. Umumnya mereka tidak disiplin menjalankan program kerja,keputusan dan kebijaksanaan organisasi. Secara organisatoris, keutuhan organisasi LDII, yang sudah dibangun sejak tahun 1972, haruslah tetap terjaga.
Prinsip prinsip dasar aqidah LDII dalam menjaga ketuhan organisasi adalah :
Jujur
Amanah
Rukun
Kompak
Kerja Sama yang Baik, dan
Mujhid-Muzhid
LDII tidak ada kaitan dengan radikalisme Islam jamaah yang dituduhkan oleh oknum oknum yang telah gagal paham. LDII adalah ormas pembelajar yang paham sejarah perjuangan bangsa sebelum merdeka sampai mengisi kemerdekaan bangsa. LDII tumbuh berkembang dan beradabtasi dari akar budaya masyarakat Jawa, Sunda, Bugis, Dayak, Batak , Papua, semua suku di Nusantara. LDII merupakan lembaga dakwah yang memprioritaskan program pembinaan umatnya untuk mewujudkan pribadi pribadi yang paham agama, dan berakhlaq mulia serta mandiri.
LDII, bukanlah organisasi yang radikal , dan yang mengkafirkan orang.lain., bukan pula aliran yang ekslusif.
LDII, merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaungi atau mewadai Ulama ,Cendekiawan Islam di Indonesia.
LDII , berkontribusi dalam rangka bela negara non militer, jika ditinjau dari wawasan kebangsaan dalam kurikulum pembinaan mental spiritual kepada umatnya.Demikian juga berkontribusi mewujudkan falsafah Pancasila sebagai pandangan hidup setiap warga nya dalam rangka mewujudkan aklaqul kharimah.
LDII sebagai ormas Islam yang percaya dan yakin bahwa visi akhirnya hidup manusia adalah menuju keharibaan Alloh SWT, yang nantinya ada surga dan neraka. Surga adalah tempatnya kenikmatan yang kekal abadi selama lamanya, bagi orang yang beriman dan neraka adalah tempatnya siksa bagi orang orang yang tak beriman.
Drs.Imam Machmud,MPd, MH
Tulungagung, 27/2/2020 Penulis adalah wk.ketua DPD LDII, dan pengurus FKUB .
Barang bukti Narkoba dan 40 orang yang terlibat sebagai pengedar, pemakai dan pendana/cukong /bandar Narkoba tertangkap oleh jajaran POLRES Tulungagung, dan rilis ke publik pada hari Kamis 19/2/2019, kemarin.
Dalam acara konferensi pers yang dihadiri oleh Ketua MUI KH. Moh. Hadi Mahfud, sekaligus mewakili umat NU, dan Wk. Ketua FKUB Drs. Imam Machmud, MPd, MH sekaligus mewakili Ormas LDII, bersama FORKOPIMDA menyaksikan qurban narkoba yang masih muda muda, dan barang haram yang mudah beredar di kanan kiri kita.
Kapolres AKBP, Pandia, SIK, MH menjelaskan bahwa perlu adanya sinergi antara pihak kepolisian dan para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dalam rangka memberantas NARKOBA di Kabupaten Tulungagung. Informasi dari masyarakat sangat berharga bagi kepolisian untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
Ketua MUI, berpesan bahwa perlu adanya perubahan sistem dan pencegahan melalui penyuluhan yang kontinu.
Perang terhadap Narkoba pada dasarnya sudah dicanangkan beberapa tahun lalu di Tulungagung, namun rupanya belum ada efek jera.
Pada kesempatan yang sama perlu semua wartawan melalui media masing masing ikut serta mendidik masyarakat dengan pesan pesan moral kepada orang tua, anak anak sekolah, generasi muda tentang efek dan bahayanya Narkoba. Prinsipnya media apa saja jangan hanya menjadi tukang menyuguhkan berita tetapi juga berfungsi sebagai media yang mendidik.
Demikian isi pesan yang disampaikan oleh wakil ketua FKUB bapak Imam Machmud dari LDII.
Kita harus tegas sebagai negara yang berdaulat menyatakan bahwa NKRI harga mati yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan konsekwen mengamalkannya.
Falsafah Pancasila adalah pandangan hidup bangsa sekaligus nilai nilai luhur nya merupakan karakter warga negaranya.
Supaya nilai nilai luhur tersebut menjadi karakter warga negara nya ,maka harus di jadikan doktrin atau ajaran pokok pada semua generasi muda nya sampai orang tua.
Jika hal ini tidak dilakukan oleh Pemerintah yang sedang berkuasa , maka yang masuk menjadi bahan ajar adalah paham komunis ( ganas ) dan paham kelompok Islam radikal.
Kedua paham tersebut dahulu disebut ekstrem kiri dan ekstrem kanan
Sejarah telah membuktikan yaitu PKI ,( Komunis) dan DI/TII (Darul Islam), yang memberontak ingin merebut kekuasaan pemerintah dan menggulingkan Pancasila.
Sekarang Pancasila, hanya disunggi / ditaruh diatas kepala saja dibawa kesana kemari , tidak diapa apakan.Hanya diucapkan ketika pidato dan ditulis ketika membuat konsideran .
Setelah Reformasi, harusnya diperkuat supaya menjadi jati diri kita ,menjadi kepribadian kita sejati, sebagai anak anak bangsa, yang ber aneka ragam ini.
P4, yang tak bersalah harusnya dihidupkan kembali dengan inovasi dan modifikasi serta diinternalisasikan/di indoktrinasikan kewarga negara RI.
Mengapa ?
Generasi muda sudah menua, generasi melenial tak kenal P4, tak tahu sejarah perjuangan bangsa, sedangkan generasi tua sibuk dengan rebutan kedudukan ,rebutan kekuasaan, sibuk dengan Partai Politik, sibuk bertengkar, sibuk adu mulut, sibuk dengan dunia maya.., sibuk dengan isue isue Pilpres 2024, Corona, BPIP, Masiku, hasil survey, 😨
Membangun Generasi Muda yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia dan Mandiri
Kapan pembangunan seutuhnya bisa diwujudkan
Menurut Presiden pertama Sukarno dulu bahwa yang terpenting dalam mengisi kemerdekaan bangsa adalah Caracter Building.
Membangun karakter bangsa, supaya Berjiwa Pancasila
Ketuhanan YME, Bahwa semua warga negara tanpa kecuali harus ber Tuhan, haru beragama ,sesuai keyakinan masing masing.
Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sila tersebut , adalah tuntunan bagi kita untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari.
Dari lima sila tersebut mengandung nilai nilai karakter antara lain :
Religius
Jujur
Toleransi
Disiplin
Kerja keras
Kreatif
Mandiri
Demokratis
Rasa Ingin Tahu
Semangat
Cinta Tanah Air
Menghargai Prestasi
Bersahabat /Komunikatif
Cinta Damai
Gemar Membaca
Peduli Lingkungan
Peduli Sosial
Tanggung Jawab.
Adapun deskripsi dari masing masing ( 18 ) nilai karakter tersebut sudah diberikan kepada semua guru seluruh wilayah NKRI, sejak tahun 2010.
Imam Machmud Wk.Ketua DPD LDII Tulungagung
Edisi prihatin, dari Tulungagung Penulis adalah Pengurus FKUB
Pada hari jumat tanggal 27 Desember 2019, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tulungagung mengadakan acara Workshop Jurnalistik dan Ekonomi Digital, bertempat di Aula Pondok Pesantren Luhur Sulaiman (PPLS) Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Dalam acara ini menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana, S.Sos Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, beliau juga menjadi wartawan senior TEMPO.CO, hadir pula dalam acara ini ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, beliau juga anggota DPRD Tulungagung terpilih periode 2019-2024.
Dalam workshop kali ini diikuti Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten Tulungagung, Tim Informasi dan Teknologi (IT) DPD LDII Kabupaten Tulungagung, Perwakilan dan Petugas Monev dari PC LDII se-Tulungagung, dihadiri sekitar 50 orang peserta.
H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes.
Sambutan ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan harapan dengan diadakannya Workshop Jurnalistik dan Ekonomi Digital ini para peserta memiliki kemampuan dapat menyajikan berita secara baik tentang kegiatan perkembangan LDII dan mampu menyikapi perkembangan perubahan Ekonomi Digital yang sangat cepat, perkembangan teknologi digital yg sangat cepat bukan sebagai ancaman namun justru mampu memanfaatkan sebagai peluang yang positif.
Ludhy Cahyana, S.Sos
Dalam materi oleh Ludhy Cahyana, S.sos menyampaikan materi tentang kiat-kiat menulis berita dan foto jusnalistik. Dengan pengalaman beliau sebagai wartawan di beberapa media besar tanah air, memberikan tidak hanya teori dasar namun secara langsung melakukan praktek bagaimana membuat berita dengan kronologis yang rapi dengan memenuhi kaidah 5W + 1H (who, what, where, when, why, + how).
Dadad Prasetya S.T
Selanjutnya materi tentang Ekonomi Digital oleh Dadad Prasetya S.T menyampaikan pentingnya menyikapi tren perubahan teknologi digital yang sangat cepat dan dinamis. Di era digital masuk didalamnya Industri 4,0 yang menciptakan perubahan besar di bidang ekonomi, yang mengubah cara promosi, transaksi, dan distribusi. Sementara di sisi pendidikan, teknologi digital memberikan banyak kemudahan kepada peserta didik untuk belajar ilmu dan teknologi, sebagai contoh jika awal tahun 2000-an belajar menuntut ilmu masih mengandalkan di sekolah, lembaga bimbingan belajar, tempat kursus, namun sekarang untuk belajar bisa dimana saja melalui google, youtube, ada aplikasi ruang guru.
Acara dimulai dari pukul 13.30 sampai dengan 17.30 WIB, dan diakhir acara workshop ditutup dengan do’a oleh Dewan Penasehat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Eko Warnoto.
Pada hari senin tanggal 26 Agustus 2019, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tulungagung menggelar acara workshop bertema “Ekonomi Syariah” bertempat di Aula Pondok Pesantren Luhur Sulaiman (PPLS) Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Hadir dalam acara tersebut ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, beliau juga anggota DPRD Tulungagung terpilih periode 2019-2024 yang baru dilantik pada hari sabtu tanggal 24 Agustus 2019, hadir pula pemateri dalam acara workshop Ekonomi Syariah dari DPW LDII Provinsi Jawa Timur, H. Zainal Muhid, S.Pd.I, M.Sy.
Dalam workshop kali ini diikuti Pengurus DPD LDII Kabupaten Tulungagung, Forum Mahasiswa LDII, Forum Wanita LDII, Himpunan Pengusaha LDII Tulungagung, Pengurus Koperasi Syariah di Tulungagung, dihadiri sekitar 155 orang peserta.
H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes.
Sambutan ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan pentingnya ekonomi syariah untuk memajukan perekonomian masyarakat, hal ini sejalan dengan program pemerintah tentang Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Mei 2019, dan beliau juga menyampaikan melalui ekonomi syariah mewujudkan masyarakat sukses dalam ekonomi dunia dan akhirat terhindar dari riba.
H. Zainal Muhid, S.Pd.I, M.Sy. (kanan)
Dalam materi oleh H. Zainal Muhid, S.Pd.I, M.Sy. menyampaikan 7 transaksi haram dan akad-akad yang halal untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Beliau menyampaikan 7 transaksi haram yang harus dihindari antara lain: transaksi riba, gharar (ketidakpastian), dharar (penganiayaan), maysir (perjudian), maksiat, suht (barang haram), dan risywah (suap). Dalam workshop juga memperkenalkan aplikasi bisa juga sebagai peluang usaha, UBpay Syariah, yaitu melakukan berbagai kebutuhan seperti pembayaran PLN, BPJS, PDAM, Telepon, Isi Ulang Pulsa, Paket Data, Beli Tiket Kereta, Pesawat & lainnya. Gratis pendaftaran dan mendapatkan berbagai macam keuntungan.
Acara dimulai dari pukul 18.00 sampai dengan 21.30 WIB, dan diakhir acara workshop ditutup dengan do’a oleh Dewan Penasehat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Ashrori.
Peluang usaha UBPay adalah aplikasi android yang memudahkan kita untuk melakukan berbagai kebutuhan seperti pembayaran PLN, BPJS, PDAM, Telepon, Isi Ulang Pulsa, Paket Data, Beli Tiket Kereta, Pesawat & lainnya. Gratis pendaftaran dan mendapatkan berbagai macam keuntungan.
Nikmati beragam keunggulan fitur dan layanan aplikasi UBPay
Dapatkan Potongan harga di setiap transaksi yang anda lakukan.
Nikmati layanan transaksi kapan saja dan dimana saja, online 24 jam.
Tersedia berbagai macam layanan produk pembayaran dan pembelian.
Customer Service kami online dan siap membantu anda kapan saja.
Pada hari jum’at tanggal 26 Oktober 2018, Polres Tulungagung menyelenggrakan Festifal musik Religi dan MTQ se-Kabupaten Tulungagung yang bertempat di Balai Budaya Alun Alun Tulungagung. Peserta MTQ dikuti pelajar dengan kelompok umur U16 dengan jumlah 20 orang dan untuk peserta Festival Musik Religi diikuti 20 peserta groub.
Acara dimulai dengan ditandai pemukulan rebana oleh Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Kodim 0807 Tulungagung, dan perwakilan Kementerian Agama kabupaten Tulungagung. Dari DPD LDII juga turut menghadiri acara yaitu : Drs. Imam Mahmud, M.BA, M.Pd, M.H, Adi Priono, SAg, dan H. Dhofir Sulaiman.
Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar mengatakan, acara festival musik religi dan MTQ se-Tulungagung ini diadakan untuk mencari bibit unggul, dengan harapan nantinya dapat mewakili Tulungagung di tingkat provinsi ataupun nasional. Acara diadakan juga untuk memperingati hari santri nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Rencana acara ini akan rutin diadakan, dan tahun ini sudah diadakan kali ke tiga.
Pada hari Jumat tanggal 21 September 2018 berada di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Pemkab Tulungagung mengadakan do’a bersama untuk mewujudkan Tulungagung aman dan damai. Acara do’a bersama dimulai sore hari jam 16.00 WIB dihadiri oleh organisasi dari berbagai agama (kristen, katolik, hindu, budha, dan kepercayaan) yang ada di kabupaten Tulungagung dan pada malam harinya mulai jam 19:00 WIB dilanjutkan do’a bersama khusus untuk yang muslim. Acara dihadiri dari berbagai ormas Islam (NU, Muhammadiyah, LDII dll) Ketua MUI Tulungagung dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Tulungagung, turut diundang dari DPD LDII kabupaten Tulungagung hadir 25 orang pengurus.
Dalam sambutannya, Plh. Bupati Tulungagung Bpk. Ir. H. Indra Fauzi, MM, mengatakan bahwa Kegiatan ini, bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT, agar Tulungagung dalam diberi kemudahan, kelancaran pemerintahan dalam melayani masyarakat, sehingga pemerintah lebih baik, masyarakat ayem tentrem mulyo lan tinoto, gemah ripah loh jinawi. Dengan adannya acara ini juga diharapkan untuk memupuk tali persaudaraan dengan dilandasi hati nurani yang bersih dan penuh ketakwaan serta keimanan.
Dalam sambutan Plh. Bupati ini juga diberikan informasi bahwasanya, insyaAllah pada hari Selasa tanggal 25 September 2018 Bupati Tulungagung Terpilih akan dilantik di Jakarta.
Semoga dengan kegiatan ini, ada hikmah dan manfaat bagi seluruh masyarakat Tulungagung. Amin.
Energi terbarukan di Ponpes Wali Barokah untuk mendukung program pemerintah yaitu Go Green. Prakteknya dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya. Yang sekarang sedang di kerjakan dan insyaAllah bulan september 2018 ini akan selesai dikerjakan. Semoga trobosan baru ini bisa menjadi berkah dan manfaat untuk kota kediri pada umumnya dan untuk Ponpes Wali Barokah kediri khususnya.
Ponpes Wali Barokah dukung program pemerintah dengan menghemat energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan solusi yang terbaik untuk memanfaatkan ruang yang ada dan bebas polusi udara.