Pada hari selasa 15 Februari 2022, bertempat kantor sekretariat DPD LDII Tulungagung telah terlaksana vaksinasi Bosster, yang diadakan oleh DPD LDII kabupaten Tulungagung bersama Polres Tulungagung yang dihadiri kurang lebih 400 peserta, terdiri warga LDII, dan masyarakat sekitar.
Sekretaris DPD LDII Ariyanto Lubis,M.E. berterimakasih kepada POLRES Tulungagung karena DPD LDII Kab. Tulungagung dilibatkan dalam program Vaksinasi Booster. Masyarakat umum juga tampak antusias mengikuti program tersebut “Kami terbuka dengan pihak manapun, siap bekerjasama untuk mendukung program pemerintah, Hal ini juga sebagai bukti bahwa kami terbuka untuk masyarakat manapun, Ungkap Ariyanto.
Harapan juga disampaikan oleh Sekretaris DPD LDII Tulungagung, Ariyanto Lubis,M.E., Vaksinasi Booster ini diharapkan bisa membentuk kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus Covid-19, sehingga masyarakat bisa lebih kebal terhadap penyakit dan bisa menekan angka kematian akibat covid-19
Pada hari selasa 31 Agustus 2021, bertempat kantor sekretariat DPD LDII Tulungagung telah terlaksana vaksinasi tahap II, yang diadakan oleh DPD LDII kabupaten Tulungagung yang didukung Polres Tulungagung bekerja sama dengan FKUB Tulungagung yang diikuti oleh sekitar 300 peserta, terdiri warga LDII, pengurus FKUB, dan masyarakat sekitar.
Ketua FKUB Tulungagung H. Efendi Aris, SE, MM mengapresiasi pelaksanaan sangat bagus, panitia sangat siap menerima tamu peserta yang ikut vaksinasi dari pengurus warga LDII dan warga sekitar serta pengurus FKUB. Beliau menyampaikan diperlukan teladan dari tokoh masyrakat dan tokoh agama untuk suksesnya vaksinasi covid-19, pentingnya mensukseskan program pemerintah vaksinasi covid-19 untuk memutus rantai penularan virus covid-19.
Harapan juga disampaikan oleh Ketua DPD LDII Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, vaksinasi massal tahap ke 2, diselenggarakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan, vaksinasi ini untuk mencapai herd immunity guna menekan penularan covid-19. Beliau juga menekankan peserta yang mengikuti vaksin jangan hanya sekedar ikut untuk mendapat sertifikat vaksin, namun betul-betul vaksinasi ini bisa melindungi sehingga angka kejadian dan angka kematian akibat covid-19 bisa ditekan.
Pada hari sabtu 31 juli 2021, DPD LDII kabupaten Tulungagung mengadakan vaksinasi massal. Bertempat di Pondok Pesantren Luhur Sulaiman Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Acara ini terselenggara bekerja sama dengan Polres Tulungagung dan FKUB Tulungagung.
Acara dihadiri oleh Ketua dan beberapa pengurus dari DPD LDII Tulungagung, hadir pula dari Kasat Intel Polres Tulungagung, Huwahila Wahyun Yuha dan Ketua FKUB Tulungagung H. Efendi Aris.
Menurut Ketua DPD LDII Tulungagung, H. Sukanto vaksinasi massal ini merupakan wujud DPD LDII kabupaten Tulungagung sebagai tindak lanjut dari program presiden Joko Widodo untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia, dengan mensukseskan 1 juta dosis vaksin per hari.
Lebih dari 290 warga LDII dan masyarakat umum di sekitar Pondok Pesantren Luhur Sulaiman mengikuti program vaksinasi.
Dalam kesempatan itu Kasat Intel Polres Tulungagung, Huwahila Wahyun Yuha mengucapkan terimakasih kepada DPD LDII Tulungagung yang sudah memfasilitasi kegiatan vaksinasi covid-19, beliau menilai selain tempatnya yang luas, juga memiliki sirkulasi udara yang baik dan tempat parkir yang memadai.
Ketua FKUB Tulungagung H. Efendi Aris juga mengapresiasi kegiatan LDII dalam membantu program pemerintah 1 juta dosis vaksin per hari, juga diharapkan kegiatan ini menjadi dorongan bagi ormas-ormas lainnya untuk mengajak masyarakat mensukseskan program vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan komunitas atau herd immunity.
Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan tausiah kebangsaan, bertempat di Aula Tamsir Akbar Jaya Dinillah Desa Kromasan Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, pada hari Minggu 20 Juni 2021.
Sebagai nara sumber utama dalam acara Tausiah kebangsaan ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung KH. Hadi Muhammad Mahfudz dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tulungagung H. Efendi Aris, SE, MM.
Ketua MUI dan FKUB Kabupaten Tulungagung
Acara dibuka oleh Ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, beliau menyampaikan, tausiah kebangsaan ini diadakan dalam rangka pembekalan pengurus organisasi dan pembinaan kelembagaan LDII, terutama dalam kondisi keumatan menghadapi masalah yang kompleks dan multidimensi.
Tausiah Kebangsaan ini diikuti oleh sekitar 500 peserta pengurus LDII di seluruh Kabupaten Tulungagung, mulai dari tingkat DPD di studio utama, sampai tingkat PC dan PAC yang tersebar di 17 studio mini.
Tausiah Kebangsaan tersebut diadakan dalam suasana pandemi covid-19, sehingga panitia berusaha melaksanakan acara dengan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta baik di Aula Tamsir Akbar Jaya Dinillah sebagai studio utama hingga studio mini diminta untuk terus mengikuti protokol kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Ketua FKUB Kabupaten Tulungagung H. Efendi Aris, SE, MM, mengajak bersama-sama mewujudkan moderasi beragama yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW dalam membangun negara kecil bernama Madinah, sebagai negara untuk menyambung, mengikat masyarakat di dalamnya untuk hidup bersama meskipun tidak satu agama, Islam saja ada golongan Muhajirin ada Ansor, ada agama Yahudi, Nasrani, dan Majusi.
Tausiah Kebangsaan diteruskan oleh, Ketua MUI Kabupaten Tulungagung KH. Hadi Muhammad Mahfudz, beliau memaparkan : – beberapa contoh sikap perilaku nilai kebangsaan, – karakter makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia, – relasi dan keorganisasian dalam rangka mewujudkan moderasi beragama.
KH. Hadi Muhammad Mahfudz juga berpesan, pentingnya membina kehidupan kebangsaan, program tausiah kebangsaan ini sangat baik, perlu dikembangkan juga oleh semua organisasi keagamaan. Beliau memberi saran kebangkanlah paradikma baru bersinergi dengan antar organisasi islam dan organisasi antar umat beragama, ini sejalan dengan paradikma baru yang dikembangkan LDII selama ini.
Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Tulungagung menggelar Musyawarah Daerah ke IX, bertempat di Aula Tamsir Akbar Jaya Dinillah Desa Kromasan Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, pada hari Kamis 24 Desember 2020.
Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Much Amrodji Konawi, SE. ST. MT
Acara yang dibuka oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Much Amrodji Konawi, SE. ST. MT itu memiliki 3 agenda yaitu penilaian pertanggungjawaban, membuat program kerja, dan terbentuknya kepengurusan baru masa bakti 2020 sampai 2025.
Musda LDII tersebut dilihat dalam suasana pandemi covid-19, sehingga panitia berupaya keras melaksanakan acara dengan protokol kesehatan yang ketat. Musyawarah Daerah ke IX dilaksanakan dengan telekonferensi menggunakan aplikasi Zoom. Menurut ketua panitia pelaksana Musda LDII H. Kemi Durachman, SP. MMA acara ini diikuti sekitar 400 peserta di seluruh Kabupaten Tulungagung, yang berkumpul tersebar pada 17 studio mini, para peserta baik di Aula Tamsir Akbar Jaya Dinillah sebagai studio utama hingga studio mini diminta untuk terus melaksanakan protokol kesehatan.
Penyerahan Panji dari DPW LDII Prov.Jatim
Musda LDII ke IX Kabupaten Tulungagung memutuskan H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes secara aklamasi menjabat kembali sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah LDII Tulungagung periode 2020 sampai 2025, pengangkatan tersebut didukung oleh 19 PC dan 89 PAC di seluruh Kabupaten Tulungagung, mereka menyatakan Sukanto telah berhasil menahkodai LDII kabupaten Tulungagung selama periode sebelumnya 2015 sampai 2020 untuk mewujudkan program kerja DPD LDII dalam membangun masyarakat yang profesional religius, dan dengan harapan akan bisa melanjutkan lebih berhasil di tahun periode 2020 sampai 2025.
Acara juga ditutup oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur H. Much Amrodji Konawi, SE. ST. MT, beliau berpesan program kerja yang ada di DPD LDII Kabupaten Tulungagung harus bisa bersinergi dengan program kerja yang ada di Kabupaten Tulungagung, yaitu meningkatkan SDM yang profesional religius. Ini adalah program utama LDII dari DPP sampai DPD. Amrodji menambahkan, jika dalam ilmu manajemen, kompetensi terkait dengan tiga hal, yaitu Pertama keterampilan (skill). Kedua, pengetahuan (knowledge). Ketiga, perilaku (attitude). Sementara itu LDII memiliki program Tri Sukses Generus yang menciptakan generasi berilmu, berakhlaqul karimah, dan mandiri.
Membangun Generasi Muda Yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia Dan Mandiri.
Komisi A Hearing Dengan FKUB Tulungagung
Bahwa hak beragama adalah hak azasi manusia yang tidak dapat dikurangi. Bahwa setiap orang bebas memilih agama dan beribadat menurut agamanya.
Bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Bahwa Pemerintah berkewajiban melindungi setiap usaha penduduk melaksanakan ajaran agama dan ibadat pemeluk pemeluknya, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang -undangan, tidak menyalah gunakan atau menodai agama, serta tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.
Nah, kalimat kalimat yang diawali dengan kata ” bahwa”, tersebut diatas adalah menunjukkan pertimbangan yang digunakan untuk menetapkan suatu aturan hukum, yang dipakai dalam perundang undangan yang bersifat mengikat. Yaitu mengikat bagi kita semua penduduk NKRI.
Kerukunan umat beragama merupakan bagian dari penerapan nilai nilai Pancasila. Menghormati hak orang lain, memberi ruang , tempat untuk mendirikan rumah ibadat yang berbeda agama ,maupun yang se agama, adalah bentuk karakter toleransi
Jelas bahwa negara Indonesia yang telah merdeka diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak bisa menerima orang yang tinggal sebagai penduduk di Republik ini tidak beragama.
Itu makna yang sesungguhnya.
Bagaimana dengan orang yang paham komunis dengan, kecenderungan tidak percaya adanya Tuhan ?
Atau paham komunis yang setengah percaya, tetapi tidak untuk urusan ketata negaraan, urusan pembangunan ?
Semua paham tersebut bertentangan dengan suasana kebatinan mayoritas rakyat dan bangsa Indonesia sejak zaman dahulu sebelum merdeka. Paham komunis bertentangan dengan Pancasila.
Harus dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia khususnya Generasi Muda.
Jakarta (2/8). Warga LDII di seluruh Indonesia merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban pada 31 Juli 2020. Untuk kurban tahun ini, menurut data yang dihimpun DPP LDII, di seluruh Indonesia atau 34 provinsi jumlah kurban yakni 20.848 sapi, 18.556 kambing, dan 20 kerbau.
kurban LDII 2020
“Angka ini naik 30 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Wakil Sekretaris Umum DPP LDII, Ibnu Anwar Chairuddin. Menurut Ibnu, DPP LDII hanya menghimpun data jumlah kurban, bukan menghitung nilai ekonomisnya.
Meskipun DPP LDII tak menyebut angka, dari reportase di lapangan, bila harga rata-rata seekor sapi Rp20 juta, kambing Rp2,5 juta, dan kerbau Rp30juta, nilai kurban warga LDII di seluruh Indonesia bisa mencapai Rp464 miliar.
Kenaikan ini bagi DPP LDII juga cukup menggembirakan, pasalnya gairah melaksanakan ibadah kurban masih sangat tinggi, ketika wabah virus corona mengakibatkan perlambatan gerak ekonomi secara nasional. Lantas, bagaimana warga mampu meningkatkan nilai kurban tersebut.
“Pertama, warga LDII sangat termotivasi dengan nilai ibadah dari kurban. Setiap pengajian, para ulama dan juru dakwah mengingatkan sejarah kurban, pahala, dan manfaatnya,” ujar Ibnu. Soal ibadah, kurban merupakan perintah Allah dalam Surat Al-Kautsar. Dari sisi sejarah, kurban merupakan keikhalasan, ketaatan, dan tawakal yang tinggi dari Nabi Ibrahim ketika diperintah menyembelih putranya, Nabi Ismail. Dan dari sisi pahala, seluruh bulu pada hewan kurban – baik bulu halus dan kasar – dihitung satu pahala.
“Motivasi dari para ulama itulah yang membuat warga LDII berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar Ibnu Anwar. Frekuensi pengajian di lingkungan LDII di tingkat Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC), yang rata-rata tiga kali seminggu dimanfaatkan untuk menabung kurban.
Sejak kurban tahun lalu dilaksanakanan, saat pengajian dibuka kembali, warga LDII menabung. Mereka menuliskannya pada buku tabungan kurban, berserta nilai kurban berupa sapi, kambing, ataupun kerbau, “Otomatis melihat buku tabungan kurban tersebut mereka termotivasi dan sebulan atau dua bulan menjelang kurban nasehat-nasehat dari para ulama mengenai kurban digaungkan kembali,” papar Ibnu.
Inilah yang membuat warga LDII selalu berkurban dalam jumlah yang besar. Sementara itu, Ruly Bernaputra, Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat DPP LDII menyatakan, tema kurban kali ini “Berbagi di Tengah Pandemi, Wujud Kepedulian Terhadap Sesama”.
“Tema ini aktual dengan kondisi bangsa saat ini, di mana wabah merusak perekonomian, menciptakan krisis ekonomi terutama di perkotaan. Dalam kondisi ini, ikatan berbangsa dan bernegara harus ditumbuhkan dengan semangat bergotong royong dan berbagi,” ujar Ruly Bernaputra.
Ruly mengatakan teknik pembagian hewan kurban di Jakarta dan di daerah-daerah zona merah wabah di Indonesia, dilakukan dengan cara dikirim ke RT dan RW. Dari para pengurus RT dan RW didistribusikan ke rumah warga agar tak terjadi penumpukan warga.
Dari sisi pelaksanaan kurban, sebulan sebelum kurban DPW dan DPD LDII bekerja sama dengan Forum Komunikasi Kesehatan Indonesia (FKKI) melakukan webinar, mengenai tata cara penyebelihan hewan kurban pada masa pandemi, “Salah satunya mereka yang kondisi kesehatannya kurang fit dilarang menangani daging kurban,” imbuh Ruly.
Para warga yang memotong hewan kurban, harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Dan hanya mereka yang bertugas, yang diperbolehkan berada di lingkungan masjid atau tempat penyembelihan, “Dengan demikian pelaksanaan kurban tahun ini bisa berjalan aman, tertib, dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Ruly.
Membangun Generasi Muda Yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia, dan Mandiri
Benar Dalam AlQur’an disebut haq, dan makna dalam bahasa Indonesia sesuai dengan kenyataan, betul, tidak salah, sungguh. Kebenaran berarti keadaan yang cocok dengan hal yang sesungguhnya.
Baik Artinya elok, patut, teratur, rapi, tak tercela, mujur. Kebaikan , berarti sifat sifat baik, perbuatan baik, menurut sistem norma dan pandangan umum yang berlaku.
Guna Artinya manfaat, faedah, fungsi Kegunaan yaitu kemanfaatan, faedahnya
Sebagai pengetahuan Filsafat membantu kita untuk meyakini kebenaran yang lebih tinggi yaitu kebenaran dari Tuhan /Alloh SWT.
Sebagaimana contoh dialog antara Filosof Socrates dengan orang lain / kenalannya, dibawah ini.
SOCRATES – DENGAN TRIPLE TEST
Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.
Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata, “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?”
“Tunggu sebentar,” Socrates menjawab. “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.
Filter pertama adalah KEBENARAN.
“Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?”
“Tidak,” jawab orang itu, “Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.”
“Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.”
Filter kedua adalah KEBAIKAN
“Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?”
“Tidak, malah sebaliknya… “
“Jadi… ” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ketiga.
Filter ketiga adalah KEGUNAAN
“Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?”
“Tidak, sama sekali tidak….”
“Jadi… ” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan, dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?”
Itulah mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat…
Gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar atau Menyampaikan sesuatu tentang kawan kita. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan. Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain
Pesan moral ini penting bagi kita untuk membentuk karakter kepribadian kita, yang kita ambil dari ajaran agama kita masing masing, juga diambil dari nilai nilai Falsafah Pancasila. Demikian juga ajaran dari orang tua kita.
Dalam perspektif etimologi ,kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta , yakni panca berarti lima , sila berarti dasar, prinsip, atau asas. Jadi Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.
Dari perspektif terminologi , Pancasila adalah Falsafah dan Dasar Negara Republik Indonesia.Selain itu Pancasila juga berarti rumusan dan Pedoman Fundamental bagi segala kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia yang terdiri atas lima sila yaitu : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3.Persatuan Indonesia, 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, dan 5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dengan kita mengetahui Pancasila dari sudut pandang Falsafah maka menjadi langkah awal bagi warga negara untuk bisa memahami dan mendalami nilai nilai Pancasila.
Mengapa ?
Sebab berdirinya suatu negara harus didahului oleh Falsafah sebagai * bahan dasar bagi pembentukan dan penentuan ideologi negara. Ketika ideologi negara berhasil ditentukan maka membuka jalan bagi lahirnya wawasan kebangsaan, lalu wawasan kebangsaan mewujudkan konsep berpikir, dan tata cara untuk penyelenggaraan negara dan pemerintahan.
Bayangkan jika para pemimpin negeri ini tak punya konsep berpikir Falsafah Pancasila !
Penting : Pengertian Pancasila sebagai Falsafah menurut KBBI, adalah anggapan ,gagasan dan sikap batin yang paling dasar yang dimiliki orang atau masyarakat , dan disebut pandangan hidup. Artinya : Pancasila sebagai Falsafah bangsa Indonesia itu sebenarnya adalah perwujudan nyata dari gagasan ,sikap batin dan keinginan masyarakat Indonesia untuk menjadi suatu bangsa dan rakyat yang utuh yang sesuai Pancasila ,yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekat untuk mewujudkanya secara murni dan konsekuen.Yaitu menjadi karakter anak bangsa /semua warga negara Republik Indonesia.
Singkatnya Pancasila itu tidak dapat diubah, diganti ,atau di sederhanakan oleh siapapun, dan kapanpun,karena Pancasila adalah perjanjian luhur bangsa dan berlaku selamanya ,yakni mulai berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, ila yauumil zaman.
Baku untuk dipahami : Bahwa dasar negara (konstitusi negara )itu adalah landasan atau pondasi utama bangunan negara baik secara tertulis maupun yang tak tertulis ( seperti tersebut diatas ).
Adapun yang tertulis ada didalam Preambul atau Pembukaan UUD 1945.
Pembukaan UUD1945 ,tidak bisa dan tidak boleh di utik utik ( amandemen).
Lebih baku lagi : Pembukaan UUD 1945 adalah pengejawantahan atau uraian dari cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang diproklamirkan Sukarno/Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Maka dari itu ,jika Pancasila diutik utik berarti sama saja dengan utik utik NKRI sama dengan membatalkan Proklamasi berarti pula membubarkan negara (NKRI).
Maukah negara kita dibubarkan ? Jawabnya : tidak, karena itu rakyat membela berani mati/ harga mati.
Generasi muda bangsa harus mengawal Pancasila.
Tulungagung,15/6/2020 Penulis adalah Penggerak Pembina Generus, Pengurus FKUB,Pembina Senkom Mitra Polri.
Bupati Tulungagung (tengah) bersama pengurus DPD LDII Kabupaten Tulungagung menerima bantuan masker dari LDII
Senin, 18 Mei 2020 H. Sukanto, SPd., SKep., Ners., M. Kes. Ketua DPD LDII Kab. Tulungagung Sekaligus sebagai Anggota DPRD Kab. Tulungagung didampingi oleh Drs. H. Moch. Alimin, MM Pengurus DPD LDII Kab. Tulungagung yang juga sebagai Anggota DPRD Prop. Jatim, H. Kemi Durachman, SP., MMA Sekretaris DPD LDII Kab.Tulungagung dan Ariyanto Lubis, SPdi Generasi Muda LDII Kab. Tulungagung menyampaikan bantuan MASKER sebanyak 2.700 buah Kepada Masyarakat melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid -19 Kab. Tulungagung dalam hal ini di terima langsung oleh Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Bhirowo, MM di Pendopo Kongasarum kusumaning bongso.
DPD LDII Kabupaten Tulungagung bertemu dengan Bupati Tulungagung untuk menyerahkan bantuan 2.700 buah masker
Dalam kesempatan itu Bupati Tulungagung menyampaikan ucapan terima kasih kepada LDII yang telah peduli terhadap upaya memutus rantai penyebaran Covid -19 di Kab. Tulungagung, mudah-mudahan budi baik dari LDII mendapat ridho dari Alloh SWT. Aamiin.