Membangun Generasi Muda Yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia, Dan Mandiri

PPG LDII tulungagung

Tema : Pancasila Harga Mati = NKRI

Penyadur : Wk. Ketua DPD LDII Tulungagung
Drs. Imam Mahmud, M.BA, M.Pd

Dalam perspektif etimologi ,kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta , yakni panca berarti lima , sila berarti dasar, prinsip, atau asas. Jadi Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

Dari perspektif terminologi , Pancasila adalah Falsafah dan Dasar Negara Republik Indonesia.Selain itu Pancasila juga berarti rumusan dan Pedoman Fundamental bagi segala kehidupan bermasyarakat ,berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia yang terdiri atas lima sila yaitu : 1. Ketuhanan Yang Maha Esa, 2.Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3.Persatuan Indonesia, 4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, dan 5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Dengan kita mengetahui Pancasila dari sudut pandang Falsafah maka menjadi langkah awal bagi warga negara untuk bisa memahami dan mendalami nilai nilai Pancasila.

Mengapa ?

Sebab berdirinya suatu negara harus didahului oleh Falsafah sebagai * bahan dasar bagi pembentukan dan penentuan ideologi negara. Ketika ideologi negara berhasil ditentukan maka membuka jalan bagi lahirnya wawasan kebangsaan, lalu wawasan kebangsaan mewujudkan konsep berpikir, dan tata cara untuk penyelenggaraan negara dan pemerintahan.

Bayangkan jika para pemimpin negeri ini tak punya konsep berpikir Falsafah Pancasila !

Penting :
Pengertian Pancasila sebagai Falsafah menurut KBBI, adalah anggapan ,gagasan dan sikap batin yang paling dasar yang dimiliki orang atau masyarakat , dan disebut pandangan hidup.
Artinya :
Pancasila sebagai Falsafah bangsa Indonesia itu sebenarnya adalah perwujudan nyata dari gagasan ,sikap batin dan keinginan masyarakat Indonesia untuk menjadi suatu bangsa dan rakyat yang utuh yang sesuai Pancasila ,yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekat untuk mewujudkanya secara murni dan konsekuen.Yaitu menjadi karakter anak bangsa /semua warga negara Republik Indonesia.

Singkatnya Pancasila itu tidak dapat diubah, diganti ,atau di sederhanakan oleh siapapun, dan kapanpun,karena Pancasila adalah perjanjian luhur bangsa dan berlaku selamanya ,yakni mulai berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, ila yauumil zaman.

Baku untuk dipahami :
Bahwa dasar negara (konstitusi negara )itu adalah landasan atau pondasi utama bangunan negara baik secara tertulis maupun yang tak tertulis ( seperti tersebut diatas ).

Adapun yang tertulis ada didalam Preambul atau Pembukaan UUD 1945.

Pembukaan UUD1945 ,tidak bisa dan tidak boleh di utik utik ( amandemen).

Lebih baku lagi :
Pembukaan UUD 1945 adalah pengejawantahan atau uraian dari cita-cita luhur Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, yang diproklamirkan Sukarno/Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Maka dari itu ,jika Pancasila diutik utik berarti sama saja dengan utik utik NKRI sama dengan membatalkan Proklamasi berarti pula membubarkan negara (NKRI).

Maukah negara kita dibubarkan ?
Jawabnya : tidak, karena itu rakyat membela berani mati/ harga mati.

Generasi muda bangsa harus mengawal Pancasila.

Tulungagung,15/6/2020
Penulis adalah Penggerak Pembina Generus, Pengurus FKUB,Pembina Senkom Mitra Polri.

LDII Vs Isu Negatif Kesesatannya

Belakangan ini banyak isue negatif yang ditujukan kepada LDII oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sebagaimana AD/ART, LDII sebagai organisasi yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945, tentu bersikap profesional -religius.

Bersikap profesional iyalah sebagai pengurus organisasi harus menegakkan keadilan ,kebenaran berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga terhadap oknum oknum anggotanya yang melanggar peraturan organisasi.
Anggota yang perbuatannya merugikan dan mencemarkan nama baik organisasi wajar lah diberi sanksi.
Umumnya mereka tidak disiplin menjalankan program kerja,keputusan dan kebijaksanaan organisasi. Secara organisatoris, keutuhan organisasi LDII, yang sudah dibangun sejak tahun 1972, haruslah tetap terjaga.

Prinsip prinsip dasar aqidah LDII dalam menjaga ketuhan organisasi adalah :

  1. Jujur
  2. Amanah
  3. Rukun
  4. Kompak
  5. Kerja Sama yang Baik, dan
  6. Mujhid-Muzhid

LDII tidak ada kaitan dengan radikalisme Islam jamaah yang dituduhkan oleh oknum oknum yang telah gagal paham.
LDII adalah ormas pembelajar yang paham sejarah perjuangan bangsa sebelum merdeka sampai mengisi kemerdekaan bangsa.
LDII tumbuh berkembang dan beradabtasi dari akar budaya masyarakat Jawa, Sunda, Bugis, Dayak, Batak , Papua, semua suku di Nusantara.
LDII merupakan lembaga dakwah yang memprioritaskan program pembinaan umatnya untuk mewujudkan pribadi pribadi yang paham agama, dan berakhlaq mulia serta mandiri.

LDII, bukanlah organisasi yang radikal , dan yang mengkafirkan orang.lain., bukan pula aliran yang ekslusif.

LDII, merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yang menaungi atau mewadai Ulama ,Cendekiawan Islam di Indonesia.

LDII , berkontribusi dalam rangka bela negara non militer, jika ditinjau dari wawasan kebangsaan dalam kurikulum pembinaan mental spiritual kepada umatnya.Demikian juga berkontribusi mewujudkan falsafah Pancasila sebagai pandangan hidup setiap warga nya dalam rangka mewujudkan aklaqul kharimah.

LDII sebagai ormas Islam yang percaya dan yakin bahwa visi akhirnya hidup manusia adalah menuju keharibaan Alloh SWT, yang nantinya ada surga dan neraka.
Surga adalah tempatnya kenikmatan yang kekal abadi selama lamanya, bagi orang yang beriman dan neraka adalah tempatnya siksa bagi orang orang yang tak beriman.

Drs.Imam Machmud,MPd, MH
Drs.Imam Machmud,MPd, MH

Tulungagung, 27/2/2020
Penulis adalah wk.ketua DPD LDII, dan pengurus FKUB .

Narkoba Merajalela di Tulungagung

Barang bukti Narkoba dan 40 orang yang terlibat sebagai pengedar, pemakai dan pendana/cukong /bandar Narkoba tertangkap oleh jajaran POLRES Tulungagung, dan rilis ke publik pada hari Kamis 19/2/2019, kemarin.

Dalam acara konferensi pers yang dihadiri oleh Ketua MUI KH. Moh. Hadi Mahfud, sekaligus mewakili umat NU, dan Wk. Ketua FKUB Drs. Imam Machmud, MPd, MH sekaligus mewakili Ormas LDII, bersama FORKOPIMDA menyaksikan qurban narkoba yang masih muda muda, dan barang haram yang mudah beredar di kanan kiri kita.

Kapolres AKBP, Pandia, SIK, MH menjelaskan bahwa perlu adanya sinergi antara pihak kepolisian dan para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dalam rangka memberantas NARKOBA di Kabupaten Tulungagung. Informasi dari masyarakat sangat berharga bagi kepolisian untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Ketua MUI, berpesan bahwa perlu adanya perubahan sistem dan pencegahan melalui penyuluhan yang kontinu.

Perang terhadap Narkoba pada dasarnya sudah dicanangkan beberapa tahun lalu di Tulungagung, namun rupanya belum ada efek jera.

Pada kesempatan yang sama perlu semua wartawan melalui media masing masing ikut serta mendidik masyarakat dengan pesan pesan moral kepada orang tua, anak anak sekolah, generasi muda tentang efek dan bahayanya Narkoba. Prinsipnya media apa saja jangan hanya menjadi tukang menyuguhkan berita tetapi juga berfungsi sebagai media yang mendidik.


Demikian isi pesan yang disampaikan oleh wakil ketua FKUB bapak Imam Machmud dari LDII.

Membangun Generasi Muda yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia dan Mandiri

Membangun Generasi Muda yang Paham Agama

Kita harus tegas sebagai negara yang berdaulat menyatakan bahwa NKRI harga mati yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan konsekwen mengamalkannya.

Falsafah Pancasila adalah pandangan hidup bangsa sekaligus nilai nilai luhur nya merupakan karakter warga negaranya.

Supaya nilai nilai luhur tersebut menjadi karakter warga negara nya ,maka harus di jadikan doktrin atau ajaran pokok pada semua generasi muda nya sampai orang tua.

Jika hal ini tidak dilakukan oleh Pemerintah yang sedang berkuasa , maka yang masuk menjadi bahan ajar adalah paham komunis ( ganas ) dan paham kelompok Islam radikal.

Kedua paham tersebut dahulu disebut ekstrem kiri dan ekstrem kanan

Sejarah telah membuktikan yaitu PKI ,( Komunis) dan DI/TII (Darul Islam), yang memberontak ingin merebut kekuasaan pemerintah dan menggulingkan Pancasila.

Sekarang Pancasila, hanya disunggi / ditaruh diatas kepala saja dibawa kesana kemari , tidak diapa apakan.Hanya diucapkan ketika pidato dan ditulis ketika membuat konsideran .

Setelah Reformasi, harusnya diperkuat supaya menjadi jati diri kita ,menjadi kepribadian kita sejati, sebagai anak anak bangsa, yang ber aneka ragam ini.

P4, yang tak bersalah harusnya dihidupkan kembali dengan inovasi dan modifikasi serta diinternalisasikan/di indoktrinasikan kewarga negara RI.

Mengapa ?

Generasi muda sudah menua, generasi melenial tak kenal P4, tak tahu sejarah perjuangan bangsa, sedangkan generasi tua sibuk dengan rebutan kedudukan ,rebutan kekuasaan, sibuk dengan Partai Politik, sibuk bertengkar, sibuk adu mulut, sibuk dengan dunia maya.., sibuk dengan isue isue Pilpres 2024, Corona, BPIP, Masiku, hasil survey, 😨

Membangun Generasi Muda yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia dan Mandiri
Membangun Generasi Muda yang Paham Agama, Berakhlaq Mulia dan Mandiri

Kapan pembangunan seutuhnya bisa diwujudkan

Menurut Presiden pertama Sukarno dulu bahwa yang terpenting dalam mengisi kemerdekaan bangsa adalah Caracter Building.

Membangun karakter bangsa, supaya Berjiwa Pancasila

  1. Ketuhanan YME, Bahwa semua warga negara tanpa kecuali harus ber Tuhan, haru beragama ,sesuai keyakinan masing masing.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lima sila tersebut , adalah tuntunan bagi kita untuk diamalkan dalam kehidupan sehari hari.

Dari lima sila tersebut mengandung nilai nilai karakter antara lain :

  1. Religius
  2. Jujur
  3. Toleransi
  4. Disiplin
  5. Kerja keras
  6. Kreatif
  7. Mandiri
  8. Demokratis
  9. Rasa Ingin Tahu
  10. Semangat
  11. Cinta Tanah Air
  12. Menghargai Prestasi
  13. Bersahabat /Komunikatif
  14. Cinta Damai
  15. Gemar Membaca
  16. Peduli Lingkungan
  17. Peduli Sosial
  18. Tanggung Jawab.

Adapun deskripsi dari masing masing ( 18 ) nilai karakter tersebut sudah diberikan kepada semua guru seluruh wilayah NKRI, sejak tahun 2010.

Imam Machmud Wk.Ketua DPD LDII Tulungagung

Edisi prihatin, dari Tulungagung
Penulis adalah Pengurus FKUB

Oleh : Imam Machmud
Wk.Ketua DPD LDII Tulungagung

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Buka Pengajian dan Temu Bisnis Pengusaha LDII se- Jawa Timur

Bupati Tulungagung membuka pengajian dan temu bisnis Pengusaha LDII se-Jawa Timur yang bertempat di Aula Tamsir Akbar Jayadinillah, Kecamatan Ngunut ,Tulungagung

Selain dihadiri Pengusaha LDII se-Jawa timur, acara tersebut juga dimeriahkan oleh pengusaha-pengusaha lokal yang ikut dalam pameran stand sebanyak 30 stand UMKM. Yang mana 30 UMKM tersebut bergerak pada bidang yang berbeda-beda, diantaranya teknik, agrobisnis, fasion, garmen, jasa, dan kuliner.

Dalam pidatonya, Bupati Syahri Mulyo mengapresiasi tentang terlaksananya pengajian dan temu bisnis himpunan Pengusaha LDII yang bertempat di tulungagung. Terutama produk – produk UMKM yang diproduksi di kabupaten tulungagung. Syahri mulyo juga mengungkapkan bahwa pengajian dan temu bisnis pengusaha LDII ini sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dimana bertepatan dengan pengajian temu bisnis dan pengusaha tersebut paraanggota DPRD juga membahas peraturandaerah tentang perlindungan pasar tradisional.

Beliau mengatakan “ disetiap kecamatan di Tulungagung hanya boleh ada 3 minimarket, bila ada lebih dari 3 mini market, maka minimarket tersebut tidak bisa mengurus perpanjangan perizinan, dan apabila ingin mengurus perpanjangan perizinan, maka pihak mini market harus bekerjasama dengan penduduk pribumi, begitu juga dengan toko – toko modern, hanya boleh bediri apabila letaknya lebih dari 1 KM dari pasar tradisional

Sementara itu, ketua DPW LDII Jawa Timur mengatakan bahwa pengajian dan temu bisnis himpunan penusaha LDII se-Jawa Timur ini sebelumnya sudah dilakukan di berbagai kota sebuelum Tulungabgung, diantaranya Surabaya, Malang, Jombang dan Gresik. Insyaalloh pengajian dan temu bisnis himpunan pengusaha LDII ini akan dilaksanakan di kota-kota berikutnya,guna untuk memotivasi para pengusaha yang selama ini belum terpantau oleh DPW LDII provinsi Jawa Timur.

Dalam rangka mewujudkan amanat dari para ulama kami yang mana yang mampu membantu yang tidak mampu, yang bisa mengajari yang tidak bisa. Maka DPW LDII akan bekerjasama dengan DPD LDII di kota-kota se-Jawa Timur untuk menghimpun pada pengusaha-pengusahaLDII, sehingga akan tumbuh dan terciptanya pengusaha-pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.