LDII Tulungagung Cetak 50 Wartawan Melalui Workshop Jurnalistik dan Ekonomi Digital

alamat ldii tulungagung

Pada hari jumat tanggal 27 Desember 2019, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tulungagung mengadakan acara Workshop Jurnalistik dan Ekonomi Digital, bertempat di Aula Pondok Pesantren Luhur Sulaiman (PPLS) Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Dalam acara ini menghadirkan pemateri Ludhy Cahyana, S.Sos Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, beliau juga menjadi wartawan senior TEMPO.CO, hadir pula dalam acara ini ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, beliau juga anggota DPRD Tulungagung terpilih periode 2019-2024.

Dalam workshop kali ini diikuti Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten Tulungagung, Tim Informasi dan Teknologi (IT) DPD LDII Kabupaten Tulungagung, Perwakilan dan Petugas Monev dari PC LDII se-Tulungagung, dihadiri sekitar 50 orang peserta.

ldii tulungagung serut
H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes.

Sambutan ketua DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Sukanto, S.kep, Ners, S.Pd, M.Kes, dalam kesempatan ini beliau menyampaikan harapan dengan diadakannya Workshop Jurnalistik dan Ekonomi Digital ini para peserta memiliki kemampuan dapat menyajikan berita secara baik tentang kegiatan perkembangan LDII dan mampu menyikapi perkembangan perubahan Ekonomi Digital yang sangat cepat, perkembangan teknologi digital yg sangat cepat bukan sebagai ancaman namun justru mampu memanfaatkan sebagai peluang yang positif.

Ludhy Cahyana, S.Sos

Dalam materi oleh Ludhy Cahyana, S.sos menyampaikan materi tentang kiat-kiat menulis berita dan foto jusnalistik. Dengan pengalaman beliau sebagai wartawan di beberapa media besar tanah air, memberikan tidak hanya teori dasar namun secara langsung melakukan praktek bagaimana membuat berita dengan kronologis yang rapi dengan memenuhi kaidah 5W + 1H (who, what, where, when, why, + how).

Dadad Prasetya S.T

Selanjutnya materi tentang Ekonomi Digital oleh Dadad Prasetya S.T menyampaikan pentingnya menyikapi tren perubahan teknologi digital yang sangat cepat dan dinamis. Di era digital masuk didalamnya Industri 4,0 yang menciptakan perubahan besar di bidang ekonomi, yang mengubah cara promosi, transaksi, dan distribusi. Sementara di sisi pendidikan, teknologi digital memberikan banyak kemudahan kepada peserta didik untuk belajar ilmu dan teknologi, sebagai contoh jika awal tahun 2000-an belajar menuntut ilmu masih mengandalkan di sekolah, lembaga bimbingan belajar, tempat kursus, namun sekarang untuk belajar bisa dimana saja melalui google, youtube, ada aplikasi ruang guru.

Acara dimulai dari pukul 13.30 sampai dengan 17.30 WIB, dan diakhir acara workshop ditutup dengan do’a oleh Dewan Penasehat (Wanhat) DPD LDII Kabupaten Tulungagung, H. Eko Warnoto.

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Buka Pengajian dan Temu Bisnis Pengusaha LDII se- Jawa Timur

Bupati Tulungagung membuka pengajian dan temu bisnis Pengusaha LDII se-Jawa Timur yang bertempat di Aula Tamsir Akbar Jayadinillah, Kecamatan Ngunut ,Tulungagung

Selain dihadiri Pengusaha LDII se-Jawa timur, acara tersebut juga dimeriahkan oleh pengusaha-pengusaha lokal yang ikut dalam pameran stand sebanyak 30 stand UMKM. Yang mana 30 UMKM tersebut bergerak pada bidang yang berbeda-beda, diantaranya teknik, agrobisnis, fasion, garmen, jasa, dan kuliner.

Dalam pidatonya, Bupati Syahri Mulyo mengapresiasi tentang terlaksananya pengajian dan temu bisnis himpunan Pengusaha LDII yang bertempat di tulungagung. Terutama produk – produk UMKM yang diproduksi di kabupaten tulungagung. Syahri mulyo juga mengungkapkan bahwa pengajian dan temu bisnis pengusaha LDII ini sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dimana bertepatan dengan pengajian temu bisnis dan pengusaha tersebut paraanggota DPRD juga membahas peraturandaerah tentang perlindungan pasar tradisional.

Beliau mengatakan “ disetiap kecamatan di Tulungagung hanya boleh ada 3 minimarket, bila ada lebih dari 3 mini market, maka minimarket tersebut tidak bisa mengurus perpanjangan perizinan, dan apabila ingin mengurus perpanjangan perizinan, maka pihak mini market harus bekerjasama dengan penduduk pribumi, begitu juga dengan toko – toko modern, hanya boleh bediri apabila letaknya lebih dari 1 KM dari pasar tradisional

Sementara itu, ketua DPW LDII Jawa Timur mengatakan bahwa pengajian dan temu bisnis himpunan penusaha LDII se-Jawa Timur ini sebelumnya sudah dilakukan di berbagai kota sebuelum Tulungabgung, diantaranya Surabaya, Malang, Jombang dan Gresik. Insyaalloh pengajian dan temu bisnis himpunan pengusaha LDII ini akan dilaksanakan di kota-kota berikutnya,guna untuk memotivasi para pengusaha yang selama ini belum terpantau oleh DPW LDII provinsi Jawa Timur.

Dalam rangka mewujudkan amanat dari para ulama kami yang mana yang mampu membantu yang tidak mampu, yang bisa mengajari yang tidak bisa. Maka DPW LDII akan bekerjasama dengan DPD LDII di kota-kota se-Jawa Timur untuk menghimpun pada pengusaha-pengusahaLDII, sehingga akan tumbuh dan terciptanya pengusaha-pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.